Pasokan gas untuk dalam negeri masih kurang

1 komentar
Liputan6.com – Jakarta,
Peraturan menteri energi dan sumber daya mineral mengenai kewajiban pasok gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri memang sudah ditandatangani. Sekilas, penetapan ini bisa membantu sektor industri dan pembangkit listrik yang selama ini menderita akibat tak menentunya pasokan gas. Namun implementasi di lapangan tak semudah itu. “dalam Permen itu juga disebutkan bahwa kontraktor harus menyisihkan 25% dari bagiannya untuk kebutuhan (gas) dalam negeri. Dan saat ini terus terang belum banyak kontrak yang ditandatangani.” Ucap direktur jenderal minyak dan gas evita legowo di jakarta, baru-baru ini.

Pengamat migas Pri Agung bahkan menilai kebijakan ini tak tegas. Apalagi jumlah gas yang wajib dialokasikan untuk pasokan dalam negeri sangat kecil dibanding kebutuhan. Hingga 2009, tercatat 63% produksi gas bumi indonesia digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Lebih dari separuhnya total itu digunakan untuk pembangkit listrik dan sisanya untuk industri dan pabrik pupuk. Itupun dengan kondisi defisit.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hmm, gitu ya… (sok ngerti maksud beritana). Gak koq, gue emang ngerti, kalo kayak ginian mah, gue paham.. ne lagi bahas film avatar kan? (pak menteri dan pak pengamat menjawab : “iyaaaa..”) tu kan gue bener.. kalian az yang gak nyambung tu.. bego..!! hohoho… kan di film avatar(bukan aang lho ya) manusianya butuh pasokan gas gitu buat bernafas(emang manusia bernafas pake gas LPG ya?), oow gue tau.. menurut analisis gue ne, kan menurut data berita di atas 63% produksi gas indo taun lalu digunakan buat dalam negeri, berarti sisanya yang 84%(37% kalee..) digunakan buat film avatar itu.. gimana analisis gue? berbobot banget kan? *Plok plok plok plok(bukan, bukan suara tepuk tangan, tapi suara gue digampar pak menteri & pak pengamat). Hmm, emang apa ci yang salah ma analisis gue? kan gue sebagai orang terpelajar(TK az gak lulus) harus peka n bisa menganalisis dampak suatu kebijakan sedetail n sejauh mungkin dunkz(ini mah udah kejauhan). Bete wae, daritadi ada yang gak nyambung film avatar tu gimana? Hmm, pantesan gak ngerti maksud analisis gue tadi.. bodoh.. bodoh.. huohoho.. mo pintar? Makanya belajar.. belajar nyari duit n nabung maksudna, biar bisa buat nonton di bioskop.

Tapi ngemeng2, pasokan gas emang makin langka az ci.. Coba gue bisa bantu, tapi gue bisa bantu apa emang? Paling pol juga kontribusi gas beracun dari pantat tepos gue alias kentut. Berbicara soal kentut gue ci, kata orang2(berarti sering kentut di sekitar banyak orang dunkz, ckckck… bagus.. bagus..), kentut gue ni baunya setengah mati, ya gak setengah lagi ding, kalo mo dicekokin kentut gue ya dinosaurus pun bisa punah sekarang. Gue pernah ci eksperimen, memasukkan kentut gue ke dalam bayi tabung, trus bayinya jadi megap2 gitu, kayakna ci butuh oksigen, trus gue ambilin compressor dari bengkel yang buat ngisi angin ban gitu, tapi… tiiiiittt….. (bukan bunyi klakson atopun sensor kata f**k/s**t, tapi bunyi alat medis yang menandakan ada ato tidak tanda2 kehidupan) gue telat… tapi gue gak putus asa, gue setrum dadanya pake kabel listrik yang gue sambung langsung ke tower tiang listrik tegangan tinggi, tapi tetap az.. gak tertolong lagi.. bayinya telah meninggal dengan selamat… ya gak lah, bukan gitu ceritana, masa’ tega banget ci gue.. cuman gue belah az pake gergaji mesin kayak di film saw ato rumah dara koq, biar mempercepat penderitaanya gitu.. huohohoho…huohohohohoh.. uhuk.. uhuk.. (kesedak nyamuk). Gak koq, gak ada eksperimen ato cerita kayak gitu, ngarang az tu, idiot banget dah kalo percaya ampe segitunya, ckckck… percayalah, cuman gue semprot pake pestisida, hehee…

Ok, kembali ke pembahasan berita, liat paragraf 1, baris ke 6, “permen” means… ada yang tau gak? Gak tau? Gak pernah mengenyam pendidikan ya? Ckckck… anak kecil yang masih mengenyam permen az tau. Masa’ kalah ma anak kecil ci... permen itu PERaturan MENteri.. makanya begitu lulus SMA jangan buru2 nikah atau kawin(nghamilin anak orang maksudna), kuliah dulu.. biar punya pola pikir yang berpendidikan n latar belakang yang baek.(ciiieee… sok bijak ne gue). Ehm.. Ehm.. makanya gak rugi kan baca blog gue(narsizz promo), selain nambah ilmu, pola pikir, pengetahuan luas karena sering baca berita, bisa nyambung ma obrolan ibu2 gosip, juga mungin bisa ketularan idiot gara2 baca pembahasan berita dari gue yang gak penting ini. Ngemeng2 soal permen niy, gue jadi inget waktu jaman2 dulu masih marak2na pengeboman. Waktu itu gue pengen beli dinamit gitu buat perang2an ma teroris, trus gue beli dinamit di warung, malah dikasi permen bermerk ‘dinamit’, jiiaaahhh… yang bego siapa ci? Penjaga warungna kan? Dasar…

Hmm, sampe sini dulu az postingan x ini, kayakna postingan x ini dipenuhi ma ngarang2 gak jelas n curhat gue yang berkesan banget niy(berkesan ngebosenin maksudna),hohoo…
Tunggu episode postingan berikutna ya..!!
If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

1 Response to Pasokan gas untuk dalam negeri masih kurang

Anonim
10 Februari 2010 pukul 21.15

wkwkwkwkwkwkwk.....ne yg nulis berbakat banget jadi penerus dukun as, psikopat bgt.,,,

Posting Komentar