Info Kuliner : "Tahu Goreng a la Pi-Pa"

0 komentar
Detikcom – Jakarta,
Meskipun terbuat dari tahu, sajian yang satu ini rasanya sungguh istimewa. Karena itu pantas jika dijadikan sajian saat kerabat bertandang. Tambahan sayuran membuat rasanya jadi makin enak saja!

Bahan :
1 buah tahu air, cincang halus
50g udang kupas, cincang
1 buah jamur hioko, cincang
10g daun bawang, iris halus
1 butir telur ayam
2 sdm tepung maizena
1 sdm tepung terigu
1 sdm tepung sagu

Saus :
20g minyak sayur
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdt minyak wijen
75g pakchoy, blansir
½ sdt kecap hitam
½ sdt gula pasir

Cara membuat :
Campur tahu, udang, jamur dan daun bawang dengan garam ½ sdt, lada ½ sdt, kaldu ayam, minyak wijen dan telur diaduk sampai merata.
Tambahkan sagu 1 sdm, tepung maizena 1 sdm, tepung terigu ½ sdm, kemudian diaduk dengan satu arah sampai merata.
Goreng adonan tahu dengan bentuk memanjang bulat hingga kecoklatan dan kering kedua sisinya, angkat dan tiriskan.

Saus :
Masak kaldu ayam 1 sdt, minyak wijen 1 sdt, gula ½ sdt, sampai mendidih.
Tambahkan sedikit sagu supaya kental kemudian tambahkan kecap hitam, angkat.
Taruh tahu dalam mangkok, beri pakchoy, tuangi kuahnya.
Sajikan hangat.

Untuk 4 orang.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hmm.. sedapna... jadi pengen kentut niy,lho?! Maklum, gak pernah makan enak, selama gue jadi coverboy buku yaasin, gue cuman makan kembang n sesajen gitu, gak pernah makan manusia, eh bukan, makan makanan manusia maksudna. Kalo di depan gue dah ada hidangan ala resto gitu dah gue telan tu sepiring-piringna(halah, dikasi bubur tai ayam ato chocochip tai kambing az dah mau), ya tapi mo gimana lagi, hasil dari kerja gue sebagai coverboy buku yaasin cuman cukup buat beli kembang n sesajen gitu, yang murah meriah muntah lah.. Motto hidup : “yang penting hari ini bisa makan”

Bete wae, buka usaha kuliner boleh juga tu, tapi kalo gue buka usaha ginian ntar jadi rame(bukan rame karena dagangan gue laku, tapi rame karena ada kebakaran gara2 keahlian gue dalam memasak). Ya minimal buat nyicip2 makanan lah biar ganti isi perut yang dah penuh ma tai bermotif kembang2 sesajen itu. Seperti kata pepatah nenek monyong jawa “witing tresno jalaran seko kuliner” yang artina pohonna pak tresno ada di jalanan karena ulah kuli bangunan <- ??? gak nyambung banget.. iya iya ini garing, artina tu cinta tumbuh karena kuliner, qta bisa mencintai makanan karena sering wisata kuliner. Iya gak ci? Gara2 wisata kuliner gue jadi kepincut(bukan KEtauan PINjem kanCUT, tapi tertarik) ma batagor(BAtang TAi GOReng) & martabak(MAnis Renyah TAi BAKar). Hmm, pokok’e maknyus..

Buat kalian yang mo ngajak gue makan bareng, fiiuuhh.. sorry niy ye.. gue gak biasa makan makanan murah(Lho? Jadi, kembang sesajen tadi?), secara standar makan gue tinggi gitu(whiskas -> makanan kucing), ya tapi bolehlah masakin buat gue(siapa juga yang mo masakin), gue punya resep rahasia makanan favorit gue niy, namana hampir sama ma judul artikel berita x ini, tai goreng a la Pa-Pi ofka, coz namana hampir sama, bumbuna pun hampir sama, ne gue bagi2… cekidot..!! (CEkalang KIta ngeDOT)

Tai Goreng a la Pa-Pi ofka

Meskipun terbuat dari tai, sajian yang satu ini rasanya amat sangat sungguh bikin muntah. Karena itu pantas jika dijadikan sesajen saat pulang kandang ke kuburan. Tambahan saus mencret membuat rasanya jadi makin muntah saja, rasakan sensasi muntahnya!

Bahan :
1 gelondong tai keras(harus yang baru dikeluarin setelah 1 bulan gak boker), cincang halus pake tangan
50 ton udang kupas(harus udangna ndiri yang nglepasin, jangan dipaksa, ntar udangna malu), cincang
1 onggok daging tikus, cincang
10 ekor daun perawan tua, iris halus
1 butir telur kucing
2 mangkok tepung tapiofka(hehee.. narsiz)
1 toples tepung bedak mayat
1 adukan tepung semen

Saus mencret :
20kg darah semut
1 liter garam manis
1 karung meriam bubuk
1 panci kaldu belatung
1 ember minyak wajah(harus diambil langsung dari wajah orang berminyak)
75 drum darah pak choy n sekeluarga, blansir
½ gelas kecap kuning
½ cm gula yang ada pasirna

Cara membuat :
Campur tai, udang telanjang, daging tikus dan irisan tubuh daun perawan tua dengan garam manis ½ liter, kaldu belatung ½ panci, minyak wajah dan telur kucing diaduk sampai merata.
Tambahkan bedak mayat 1 toples, tepung tapiofka 1 mangkok, ½ adukan tepung semen, kemudian diaduk dengan satu arah sampai merata.
Goreng adonan tai dengan bentuk memanjang bulat hingga kuning kecoklatan dan kering, angkat dan tiriskan.

Saus mencret :
Masak kaldu belatung ½ panci, minyak wajah ½ ember, gula yang ada pasir kuburan ½ cm, sampai mendidih.
Tambahkan sedikit adukan semen supaya kental kemudian tambahkan kecap kuning, angkat.
Taruh tai dalam mangkok, beri darah pak choy n sekeluarga, tuangi kuahnya biar kelihatan mencret.
Sajikan hangat.

Bukan untuk orang.

Kesan pak bondan :
“hmm.. keliatanna lezat niy(padahal ekspresina dah mo muntah gitu). saya ambil telur kucing dulu. diputer.. dijilat.. dicelupin…. ke saus mencret. Ehmm.. rasa sausna.. uuhhm.. mencret abis.. ditambah kaldu belatung rasana makin menggeliat az di lidah.. pokok’e maknyus! sekarang coba daging tikus n potongan manusia.. ehhmm.. rasana agak2 renyah keras gitu, oow.. dicampur adonan semen n bedak mayat gitu biar crispy, tapi uuhhmm.. rasana enak banget pemirsa, saya yakin anda pasti dah gak tahan(bukan gak tahan pengen coba, tapi gak tahan mo muntah). Pokok’e maknyus! Hmm, sekarang coba hidangan utamanya, tai goreng, uuhhmm… eehhmm.. hemm.. rasanya bener2 bisa bikin kita juga jadi pengen boker.. adonannya yang memanjang bulat kuning kecoklatan benar2 pas di mulut.. hmm.. kita juga bisa merasakan sensasi boker dari mulut.. pokok’e maknyus!”


Dah cukup az lah ya postingan x ini, gue dari awal nulis postingan ini jadi pengen boker niy, enakna baca postingan ini kalo pas lagi buka puasa atau sahur gitu.. hmm, ntar lah kalo dah tiba bulan puasa gue mo buat postingan berita makanan mulu, ide bagus niy.. Oiy, buat yang tertarik nyari bahan2 resep tai goreng, beli az di warung deket WC umum, di situ komplit koq. <- gue sndiri yang jual,hi3.
Buat pak bondan maknyus, maaf kalo isi postinganna mungkin bisa buat bapak tersinggung, gak ada maksud buat melecehkan apalagi mencemarkan nama baik, mohon maaf ya kalo banyak salah. Makasih.
If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

No Response to "Info Kuliner : "Tahu Goreng a la Pi-Pa""

Posting Komentar